Jatim Tembus Sejuta Anak Diimunisasi di Hari Pertama Sub PIN Polio

bisnis
Jatim Tembus Sejuta Anak Diimunisasi Di Hari Pertama Sub Pin Polio 9235688.jpg

Liputan6.com, Jakarta Lebih dari satu juta anak di bawah usia tujuh tahun di Jawa Timur (Jatim) telah menerima vaksinasi polio pada Sub Pekan Imunisasi Nasional atau Sub PIN Polio 2024.

Pada Sub PIN Polio hari pertama, Senin 15 Januari 2024, sebanyak 1.168.443 (26,3 persen) anak di Jawa Timur mendapat vaksin nOPV2, seperti disampaikan Kepala Kantor Komunikasi dan Pelayanan Umum Kementerian Kesehatan dalam keterangannya. Pemerintah Indonesia. , Ibu Nadia Tarmizi.

Berikut rincian penambahan vaksinasi pada Sub PIN Polio 2024 di tiga kabupaten tersebut per 15 Januari 2024:

1. Akses Jawa Tengah: 664.618 siswa (17%)

2. Tari di Jawa Timur : 1.168.443 (26,3%)

3. Kabupaten Sleman Cakupan, DIY: 22.467 (23,2%)

Diperkirakan 8,4 juta anak usia 0 hingga tujuh tahun menjadi sasaran Sub PIN Polio saat ini. Rinciannya, Provinsi Jawa Timur memiliki 4,4 juta anak, Provinsi Jawa Tengah 3,9 ribu anak, dan Kabupaten Sleman 149 ribu anak.

Ada 2 putaran, putaran mingguan

Sub PIN Polio ada dua putaran. Putaran pertama dimulai pada 15 Januari 2024, sedangkan putaran kedua dilaksanakan mulai 19 Februari 2024.

Setiap putaran diadakan dalam waktu seminggu dengan jeda satu bulan antar putaran.

Sentra vaksinasi tambahan adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terjadi darurat Polio. Vaksinasi tambahan juga diberikan di Kabupaten Sleman DIY, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, tempat ditemukannya penyakit polio sebelumnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan Sub PIN Polio berlaku untuk anak usia 0 hingga 7 tahun, apapun status vaksinasi sebelumnya. Artinya, setelah status vaksinasi polio selesai, anak tersebut tetap harus mengikuti program Sub PIN Polio.

“Tujuannya minimal mencakup 95% untuk setiap putaran dan didistribusikan secara merata di setiap tingkat, mulai dari desa, kecamatan, hingga kecamatan,” kata Maxi dalam keterangan tertulis yang diperoleh Liputan6.com.

Menurut Profesor Hinky Hindra Irawan Satari, aktivis anak yang juga Ketua Komisi Nasional Reaksi Merugikan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) itu bisa memutus jalur penularan polio di wilayah tersebut.

“(Anak-anak) lengkap atau tidak lengkap, terakhir. Yang penuh IPV (vaksin polio inaktif) terakhir,” kata Hinky dalam konferensi pers bersama Kementerian Kesehatan di Indonesia, Jumat lalu.

Jika seluruh anak berusia di bawah tujuh tahun di tiga wilayah tersebut mengikuti Sub PIN Polio, maka mereka bisa mendapatkan perlindungan penuh.

Kata kuncinya adalah perlindungan total, 95 persen, kata Hinky.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Turunkan Jenazah Pendaki Dari Gunung Everest Profesi Ini Dibayar Miliaran Rupiah 1a7f5a3.jpg

Turunkan Jenazah Pendaki dari Gunung Everest, Profesi Ini Dibayar Miliaran Rupiah

Next Post
Profil Kim Tae Hee Muncul Jadi Cameo Di Episode Terakhir Welcome To Samdalri 4f17f6d.jpg

Profil Kim Tae Hee, Muncul Jadi Cameo di Episode Terakhir Welcome to Samdalri

Related Posts