Asupan Gula Berlebih Bisa Picu Gangguan Kecemasan, Begini Penjelasannya

bisnis
Asupan Gula Berlebih Bisa Picu Gangguan Kecemasan Begini Penjelasannya 3ca435b.jpg

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh BMC Psychiatry menyatakan bahwa asupan gula berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan usus dengan mengganggu mikrobioma usus dan dikaitkan dengan depresi dan kecemasan. Peningkatan 100 gram gula per hari meningkatkan risiko depresi sebesar 28 persen.

Mengutip Minggu (25/2/2024), Eating Well mensurvei 18.439 pria dan wanita berusia di atas 20 tahun, mewakili berbagai ras dan etnis, termasuk kulit putih non-Hispanik, kulit hitam non-Hispanik, dan Meksiko. Amerika. Setiap peserta menyelesaikan Kuesioner Kesehatan Pasien-9 (PHQ-9), sebuah penilaian skrining cepat untuk depresi.

Para peneliti juga mengumpulkan informasi pola makan melalui dua wawancara mengingat pola makan selama 24 jam, di mana orang tersebut ditanyai apa yang dia makan dalam 24 jam terakhir.

Setelah menjalankan berbagai uji statistik pada data tersebut, para ilmuwan menemukan hubungan linier antara asupan gula dan depresi. Artinya, semakin banyak gula yang dikonsumsi peserta, semakin besar pula risiko depresi.

Secara khusus, mereka menemukan bahwa untuk setiap peningkatan 100 gram gula makanan (sekitar 8 sendok makan, atau 1/2 cangkir), risiko depresi meningkat sebesar 28 persen.

Alasan lain yang mungkin dikemukakan oleh penulis penelitian adalah hubungan antara kesehatan usus dan depresi. Asupan gula yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan usus dengan mengganggu mikrobioma usus. Usus yang tidak sehat telah dikaitkan dengan depresi dan kecemasan.

Mengonsumsi terlalu banyak gula juga bisa menyebabkan gula darah Anda melonjak dan kemudian turun. Jadi, jika Anda mengandalkan minuman manis dan makanan berkarbohidrat olahan sepanjang hari, Anda akan terus-menerus mengalami pasang surut, yang akan berdampak negatif pada suasana hati dan energi Anda. Dan Anda tidak harus menderita diabetes untuk mengalami hal ini.

Pedoman Diet AS tahun 2020-2025 merekomendasikan untuk membatasi asupan gula tambahan hingga kurang dari 10 persen dari total kalori harian. Jika Anda mengonsumsi sekitar 2.000 kalori sehari, itu berarti tidak lebih dari 12 sendok teh, atau 48 gram gula.

American Heart Association memiliki peraturan yang lebih ketat; Disarankan agar wanita mengonsumsi tidak lebih dari 6 sendok teh atau 25 gram gula tambahan per hari, dan pria mengonsumsi tidak lebih dari 9 sendok teh atau 36 gram gula tambahan per hari.

Asupan gula tambahan yang berlebihan telah dikaitkan dengan sejumlah penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit hati berlemak non-alkohol, dan sindrom metabolik. Bahkan dapat meningkatkan asam urat, sejenis radang sendi di mana asam urat membentuk kristal seperti jarum yang sangat menyakitkan di persendian Anda.

Mengingat banyaknya penyakit yang berhubungan dengan asupan gula harian yang berlebihan dan fakta bahwa sebagian besar makanan tinggi gula tambahan hanya memiliki sedikit nilai gizi, ada baiknya Anda meluangkan waktu dan upaya untuk mengurangi total asupan gula tambahan Anda.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Mantan Tim Dokter Kepresidenan Korea Bocorkan Tren K Beauty 2024 E4ecdad.jpg

Mantan Tim Dokter Kepresidenan Korea Bocorkan Tren K-Beauty 2024

Next Post
Gunakan Metode Metagenomics 35 Spesies Bakteri Baru Ditemukan Ce36ed2.jpg

Gunakan Metode Metagenomics, 35 Spesies Bakteri Baru Ditemukan

Related Posts