Desain Cable Car yang Jadi Alternatif Atasi Kemacetan di Puncak, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

bisnis
Desain Cable Car Yang Jadi Alternatif Atasi Kemacetan Di Puncak Ditargetkan Rampung Tahun Ini 97d7c54.jpg

Liputan6.com, Jakarta – Padatnya volume kendaraan di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bukanlah hal baru. Berbagai pembahasan untuk mengatasi hal tersebut mulai dari membangun jalur Puncak II, penyediaan park and ride, cable car, hingga jalan tol.

Pada awal tahun 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berencana membangun kereta gantung sebagai jalur transportasi menuju Panchak untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Kabarnya, ada calon investor asal Arab Saudi yang tertarik berinvestasi di proyek kereta gantung tersebut.

Lalu bagaimana perkembangannya sejauh ini? Menurut Sandiaga Uno, proyek kereta gantung tersebut masih berjalan dan sudah disusun rencana tertulisnya.

“Masih ada upaya penghapusan kereta gantung di Puncak yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Rencananya dikembangkan oleh PT Wika, dan rencananya ada investor dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang mau ikut serta. itu, “proyek ini,” jelas pria yang biasa menyelesaikan tugas mingguan bersama Sandi Uno di Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Januari 2024.

“Kami tentu ingin bisa beroperasi, apalagi pada periode Idul Fitri yang biasanya akan lebih ramai dalam beberapa bulan ke depan. Tujuannya agar perencanaan dan desainnya selesai tahun ini sehingga bisa langsung dibangun.” dia melanjutkan.

Pada tahun 2022, Sandi mengatakan penggunaan kereta gantung harus menjadi isu penting karena ramah lingkungan. “Kita harus punya solusi permanen, cable car jadi salah satu pilihan. Didesain sebagai cable car, selain ramah lingkungan, nuansanya berbeda,” ujarnya dalam briefing mingguan, Selasa, Maret. 1 2022.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, kereta gantung juga tersedia sebagai transportasi alternatif di sejumlah daerah pegunungan di luar negeri. Sandy pun menawarkan beberapa solusi. Ia menginstruksikan stafnya, Henki Manurung yang ahli dalam manajemen krisis, untuk mengembangkan penggunaan kabel Punchak Bogor.

Sandi bercerita, selepas ia berangkat ke Panchak, Bogor, tempat ia biasa bekerja setiap minggu semasa duduk di bangku SMP, SMA, dan kuliah, terjadi kemacetan lalu lintas. Saat menikah dengan Nur Asiya, ia juga sering pergi ke lingkungan Panchak karena keluarga istrinya sedang berlibur di sana.

“Saat libur panjang, khususnya pada tanggal 27 dan 28 Februari 2022, kemacetan menjadi cerita yang berulang dan masih belum ada solusinya. Saat libur panjang, pilihan utama masyarakat selalu ke Panchak,” kata Sandigaga.

Sandiaga mengatakan Panchak merupakan destinasi populer karena udaranya yang bersih dan biaya yang murah, namun jalannya terlalu sempit. Ia pernah membuat konten tentang kemacetan yang terhenti hingga berjam-jam. Penyebabnya adalah mobil rusak, sepeda motor berdiri di bahu jalan.

Selain itu, masih terdapat pengemudi yang mengabaikan rekayasa aturan lalu lintas sehingga menimbulkan “perempuan banteng”. “Saya sudah koordinasi seluruh jajaran dan mengarahkan agar Polri mempunyai pola rekayasa lalu lintas yang harus ditindaklanjuti. Kemacetan ini menjadi bahan penilaian karena dapat berdampak pada pariwisata kita,” kata Sandi.

Sandiaga mengimbau wisatawan mempersiapkan mobilnya sebelum berangkat berlibur. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan di tengah jalan yang dapat menimbulkan kemacetan.

“Kalau mogok malah memperparah kemacetan. Wisatawan harus patuhi peraturan lalu lintas. Jangan main-main karena tidak sabar, malah memperparah kemacetan,” kata Sandi.

Untuk menghindari kemacetan, Sandiaga pun mengimbau bagi mereka yang biasa berlibur ke Puncak agar mencari destinasi wisata lainnya. Dikatakannya, masih ada desa lain di sekitar Jaboditabek, termasuk desa wisata.

“Ada Kebun Raya Bogor, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung Banten dan Sikeusik. Destinasi ini akan membantu perekonomian masyarakat dan kepekaannya berbeda-beda. Memang yang dicari (wisatawan) di Puncak adalah cuaca, tapi ini itulah suasana di Garut.dan mungkin bisa dilihat di daerah lain juga,” kata Sandi.

Upaya lain untuk mengurangi kemacetan adalah dengan melanjutkan pembangunan jalur Puncak II yang dikenal dengan Jalur Poros Tengah Timur (PTT). Pemerintah Kabupaten Bogor mengusulkan penataan jalur Panchak II, namun APBD Kabupaten Bogor tidak mencukupi sehingga perlu dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Bogor yang saat itu dipimpin Bupati Ade Yasin mengeluarkan dana sebesar Rp5 miliar melalui program pelayanan publik besar-besaran yang melibatkan TNI untuk membuka jalur Puncak II sepanjang 1,1 kilometer dan lebar 30 meter. .

Pada pertengahan tahun 2023, Gubernur Jawa Barat Ridwon Kamil mengatakan pembangunan jalur Punchak II akan menjadi proyek strategis nasional (PSN).

Melansir Antara, jalur Punchak II akan dibangun dengan jarak 62,8 kilometer. Dari 62,8 kilometernya, 48,7 kilometer berada di wilayah Kabupaten Bogor dan 18,5 kilometer berada di wilayah Sianjur. Sedangkan sepanjang 18,5 km, sepanjang 15,5 km menghubungkan Desa Warga Jaya, Kabupaten Bogor, dan Green Canyon di perbatasan Karawang.

Jalan tersebut akan dibangun di kawasan Sentul-Hambalang-Sukamakmur-Paset-Sipanas. Kawasan sepanjang 62,8 kilometer itu membutuhkan lahan seluas 115 hektare. Sekitar 63 persennya merupakan hibah dari pemilik tanah. Masih ada lahan seluas 1,5 hektare yang belum dibebaskan di sekitar Bundaran Sentul sebagai salah satu akses masuk dan keluar jalur Puncak II.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Samsung Galaxy Ai Dalam Bahasa Indonesia Akan Hadir Tak Lama Lagi 32d87b2.jpg

Samsung Galaxy AI dalam Bahasa Indonesia Akan Hadir Tak Lama Lagi

Next Post
41d8cd9 1.jpg
Related Posts